Buku? Au ah gelap~



Untuk membaca yang berat-berat harus sering-sering dipantik dengan yang seru dan menarik agar otak kita itu tidak shock pas liat kertas-kertas buku.

Setiap orang memiliki kapastias masing-masing. Dan minat yang berbeda-beda. Untuk langsung menuntut menyamaratakan kemampuan itu cukup mengganggu sebenarnya, malah membuat yang lain menjadi skeptis.

Karena standar dikatakan 'intelektual' yang harus dipenuhi, malah membuat seseorang menjadi sama sekali acuh.

Pikiran bahwa membaca buku hanya untuk orang-orang spesial, membaca buku harus yang mencerminkan ke'intelektual'an, membaca buku yang harus paham semua teori, membuat orang lain malah lebih pd untuk mengatakan tidak membaca buku sama sekali dibanding menyebutkan judul buku yang sama sekali jauh dari standar bacaan orang sekitarnya.

Setiap orang memiliki latar belakang masing-masing, sejauh mana pengenalan dan pembiasaan pada buku, bahkan ada yang asing sama sekali, dengan penuntutan kesempurnaan 'kecerdasan' membuat beban tersendiri bahkan sebelum berpikiran untuk mulai membaca.


Tidak ada yang salah, dengan taraf ke'intelektual'an seseorang, itu memang harus terpenuhi apalagi dengan kondisi kita sebagai pelajar, mahasiswa, bahkan organisatoris. Namun kita disatukan dengan lingkungan berbeda, otomatis butuh penyesuaian awal bagaimana memulai agar sampai pada tujuan yang sama.

Tujuannya tidak salah, namun permulaan seharusnya lebih dinamis, tidak menjadikan standar bacaan kita menjadi standar bacaan yang juga harus orang penuhi.

Seseorang perlu banyak pemantik untuk memulai, dan setiap orang pasti memiliki ketertarikan masing-masing dalam membaca, saya percaya. Hanya saja, desain 'orang yang hobby membaca' terkesan terlalu dilebihkan. Meskipun nyatanya mang ada orang yang wow karena sering membaca. Tapi tidak melulu kok serta merta hanya persoalan seperti itu.

Itu hanya perspektif kita dibentuk dengan hal-hal yang membebani seperti itu. Karena nyatanya, bacaan adalah milik setiap orang. Bergantung apa kita berani mengakui bahwa sebenarnya kita tertarik pada bacaan tertentu, hanya saja lebih tinggi rasa malu dan ragu untuk memulai.

Terlepas dari idiom membaca yang membuat kita menjadi apatis bahkan alergi terhadap buku, bahwa terdapat terlalu banyak jenis buku yang masa iyya tidak ada sama sekali yang membuat kita tertarik?

Terlepas dari tuntutan standar lingkungan yang harus mencapai ilmu ini dan itu, bahwa memulai bisa dari buku apa saja, judul apa saja, dan genre apa saja.

Sedikit mencari perkenalan yang mengesankan, untuk mengantarkan pada gerbang persahabatan.

Sedikit paksaan pembiasaan, untuk sampai pada candu yang mengasyikkan.

Hilangkan semua perspektif yang membuat kita anti terhadap membaca dan buku, dan mulai saja dulu, jika memang harus terpaksa, paksakan saja dulu.

Satu kalimatpun yang bermakna dalam sebuah buku, itu jauh lebih baik dibandingkan sebuah ketakutan dalam memulai hanya persoalan tekanan keharusan memahami seluruh isi buku.

Selamat membaca~, cari buku yang bisa membuatmu tidak bisa berhenti dalam melanjutkan tiap lembarannya.


Ada yang punya saran, buku apa kira-kira bisa jadi pemantik yang sangat menarik untuk mulai membaca? Bolehlah, dibagikan judulnya. :)




Writer; Yuls Al Guevara

Komentar