Tujuan Manusia Menurut Aristoteles
Menjadi manusia secara utuh, disadari atau tidak, menjadi cita-cita kita, manusia. Namun dalam realitasnya kita menemukan bahwa manusia tidak utuh, mereka bengkok, miring, berat sebelah, aneh, lumpuh, dsb. Aristoteles mau menunjukkan bahwa manusia sebagai makhluk yang berpikir dapat mengetahui bagaimana seharusnya ia hidup. Dalam pendekatan Aristoteles dalam pertanyaan tentang tujuan manusia dilakukan melalui langkah-langkah logis. Ia memulai dari suatu fakta: fakta bahwa apapun yang dilakukan manusia selalu dilakukannya demi sebuah tujuan. Sesederhana apakah kita ingin makan atau tidur, mau keluar bersama teman atau tetap di rumah, mau menonton TV atau pergi konser, sampai apakah kita mau berbohong atau berkata jujur. Semuanya pasti punya tujuan. Apabila manusia mau mengatur kehidupannya dengan menggunakan akal budinya, maka pertanyaan kunci baginya adalah: Apakah tujuan manusia? Hidup kita akan terarah apabila kita melakukannya sedemikian rupa hingga kita melakukannya sedemikia...