Rasa Ingin Tahu Masih Redup: Pendidikan "Gaya Bank" Masih Belum Padam
Setiap hari kita belajar, tapi untuk siapa? Untuk nilai, atau untuk jadi manusia bebas? Di kelas bimbel, saya sering bertanya, “Kenapa tidak ada yang berani naik menjawab?” Mereka menjawab, “Takut salah, Kak.” Dan saya sadar, rasa takut itu bukan datang dari rumus, tapi dari sistem yang bikin mereka cuma mau benar, bukan mikir. Paulo Freire, dalam Pendidikan Kaum Tertindas Bab 2, menjelaskan perbedaan antara konsep pendidikan gaya bank dan pendidikan hadap-masalah . Dalam pendidikan gaya bank, proses belajar seperti menabung: murid dianggap celengan kosong yang harus diisi oleh guru. Alih-alih menciptakan komunikasi, guru hanya memberi pernyataan, dan murid cukup menerima, menghafal, dan mengulang. Pengetahuan dalam sistem ini dianggap sebagai hadiah dari mereka yang merasa berilmu kepada mereka yang dianggap tidak tahu. Ini bukan proses pencarian makna bersama, tapi bentuk relasi kekuasaan yang menindas. Secara implisit, pendidikan gaya bank membentuk dik...