Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Sebuah Kesyukuran Diberikan Penyakit Pada Tempatnya

Kesehatan merupakan momok yang tak jarang menjadikan seseorang merasa terlalu sering mengeluh. Sedikit sakit kepala saja, ataukah pegal, ataukah segala penyakit mungkin katergori ringan, maka dengan mudahnya lisan mengumpat kenapa diberi cobaan begini. Seolah lupa akan kesehatan yang telah diberikan sebelumnya. Apakah kita pernah berpikir, kalau kita sakit kepala ya sakitnya dikepala, ketika sakitnya lambung ya diperut, ketika sakitnya jantung ya dalam dada. Lantas bagaimanakah jika sakit yang kita rasakan nyatanya tidak berapa pada tempatnya? Ketika lambung kita sakit, misalnya sakitnya di kepala, ataukah sebaliknya. Memangnya bisa? Ataukah benar-benar tak pernah terpikirkan sebelumnya? Mana mungkin organ tubuh itu berpindah tempat? Jawabannnya,,, MUNGKIN! Inilah salah satu yang harus kita syukuri betapa nikmat Allah telah memberikan kita nikmat berupa sakit dimana sakit itu tetap berada pada tempatnya. Salah satu ke Maha Kebesaran Allah, bahwa Allah Kuasa dalam melakuak...

Kesehatan Yang Katanya Begitu Mahal (?)

Kesehatan merupakan hal yang sangat mahal dalam dunia ini. Namun hal tersebut tidak sebanding dengan bagaimana penghargaan atas kemahalan tersebut. Saking mahalnya harga kesehatan tersebut terlalu sering luput dalam pengamatan kita. Pola hidup yang 'mau-mau gue' menyebabkan begitu terlenanya kita dalam mekasimalkan mengaup semua apa yang kita inginkan di dunia ini. Sudah sangat banyak peringatan-peringatan, daalam jurnal-jurnal kesehatan, acara televisi bahkan juga dari dokter langsung, namun itu seolah hanya sebagai suatu formalitas dalam bidang kesehatan. Hanya berapa persen yang benar-benar peduli akan kesehatan tersebut. Bertaburnya segala jenis makanan cepat saji sungguh menggiurkan, membuat tenggorokan ingin saja selalu mengonsumsinya. Padahal kebanyak orang sudah tahu bahwa dalam makanan-makanan cepat saji yang ditawarkan terdapat kandungan-kandungan yang sangat perlu kita sadari bahwa kandungan tersebut tidak baik bagi kesehatan kita. Kesehatan yang ka...

Cinta Menurut Jalaluddin Rumi

"Kata pujangga, cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya, serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta. " -Jalaluddin Rumi Sebuah kata yang bisa mengubah seseorang, entah dari sikap, tujuan, harapan, dapat merubah segala-galanya. Andaikan cinta itu bisa sepenuhnya kira persembahkan pada Sang Maha Pemberi Cinta, Sang Maha Penyayang, begitu damai dan tentramnya hati. Bersandar pada Sang Maha Pengasih. Apalagi yang dapat memupuskan harapan, jika sebuah harapan telah dijalankan atas dasar landasan terkuat yang tak ada bandingannya. Begitu terasa s...

Katanya sih berfilosofi

Gambar
Kita sekarang dihadapkan pada musim yang tak menentu. Cuaca yang senantiasa berubah. Sebentar terik, sebentar hujan. Ditaksir sudah masuk musim penghujan, malah terik. Dikira musim panas, malah sering hujan. Ini juga berdampak pada bagaimana penanaman di ladang persawahan, seperti padi, jagung dan lainnya. Dengan keadaan cuaca dan musim tak menentu membuat penanaman juga sukar untuk ditakar. Sebenarnya cocoknya menanam apa. Tak jarang penanaman menjadi tidak maksimal, apalagi dengan keadaan ladang dan sawah yang tak mempunyai sumber air yang tetap hanya mengandalkan keadaan alam. Menghasilkan hasil panen yang sangat sedikit, bahkan lebih nampak seperti tanah lapang yang lebih banyak ditumbuhi tumbuhan liar daripada tanaman padi atau jagung itu sendiri. Pernahkah kita memperhatikan bagaimana ladang atau sawah ditumbuhi rumput liar? Yang ketika kita menanam lantas tidak maksimal merawatnya, bahkan meninggalkannya sama sekali, hanya mengandalkan kepercayaan bahwa kita me...

Amar Ma'ruf Nahi Munkar dalam Social Distancing

Gambar
Amar Ma'ruf, Nahi Munkar Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari yang munkar. Bukan hanya sebagai selogan pergerakan belaka. Dengan kondisi social distancing juga tidak membuat selogan yang selama ini kita agung-agungkan lantas sirna dikarenakan kegiatan kita #14haridirumahsaja. Amar Ma'ruf Nahi Munkar seharusnya juga dapat kita dinamiskan, menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Tidak menjadikan lingkungan sebagai alasan untuk berhenti berbuat baik dan mencegah dari kemungkaran. Dengan social distancing bukankah semakin mudah untuk melakukan amar ma'ruf? Dengan bermodalkan gadget dan kuota kita bisa leluasa menebar kebaikan, membagi informasi yang berguna. Jangan sampai kita totalitas rebahan, dengan alasan toh kita tidak ada kegiatan, tidak ada yang perlu dilakukan. Nantilah kajian-kajiannya. Nantilah gerakan-gerakannya kalau kondisi sudah pulih kembali. Padahal tidak seperti itu. Banyak dan mungkin 99.9% orang melakukan #14haridirumah malah senantiasa memegang gad...