Kesehatan Yang Katanya Begitu Mahal (?)


Kesehatan merupakan hal yang sangat mahal dalam dunia ini. Namun hal tersebut tidak sebanding dengan bagaimana penghargaan atas kemahalan tersebut.

Saking mahalnya harga kesehatan tersebut terlalu sering luput dalam pengamatan kita. Pola hidup yang 'mau-mau gue' menyebabkan begitu terlenanya kita dalam mekasimalkan mengaup semua apa yang kita inginkan di dunia ini.

Sudah sangat banyak peringatan-peringatan, daalam jurnal-jurnal kesehatan, acara televisi bahkan juga dari dokter langsung, namun itu seolah hanya sebagai suatu formalitas dalam bidang kesehatan. Hanya berapa persen yang benar-benar peduli akan kesehatan tersebut.

Bertaburnya segala jenis makanan cepat saji sungguh menggiurkan, membuat tenggorokan ingin saja selalu mengonsumsinya. Padahal kebanyak orang sudah tahu bahwa dalam makanan-makanan cepat saji yang ditawarkan terdapat kandungan-kandungan yang sangat perlu kita sadari bahwa kandungan tersebut tidak baik bagi kesehatan kita.

Kesehatan yang katanya mahal, tidak sebanding dengan cara kita menghargai kesehatan tersebut. Belanja yang apa yang diinginkan oleh tenggorokan bukan yang sejatinya dibutuhkan oleh tubuh. Olahraga yang seharusny harus melibatkan seluruh anggota tubuh beralih hanya olahraga jempol.

Begitu mirisnya kita memaknai mahalnya kesehatan.

Kita baru benar-benar memaknai arti kesehatan ketika kita sudah terbaring lemah tak berdaya, dengan segala diagnosis dari dokter, menyadarkan kita bahwa betapa terdzoliminya diri selama ini yang begitu kejamnya kita tidak memberikan hak yang dibutuhkannya.

Belum lagi ketika diagnosis yang diberitahuan begitu kompleks, mungkin penyakit-penyakit yang tidak kita harapkan sebelumnya, jangankan harapkan mungkin tidak pernah sama sekali kita ikirkan, atau bahkan sama sekali belum kita dengar namun nyatalah itulah yang kita alami, dengan segala waktu, pengobatan, uang dan keluarga yang harus berkorban demi kesembuhan kita, barulah kita tertampar begitu meruginya kita selama ini. Selama sehat kita menyusahkan komponen diri sendiri, dan ketika sakit kita lebih lagi menyusahkan orang lain.

Kesadaran sangat penting dalam perilakuk hidup sehat. Ini semata-mata bukan hanya tentang hak kamu sebagai individu yang ingin bebas, namun juga semata-mata tentang orang-orang disekitarmu, bagaimana betapa merepotkannya kamu ketika kamu sakit. Bukan semata-mata tentang dirimu, tapi juga semata-mata tentang egomu yang harus diredam dan kepedulianmu terhadap orang lain.


AmateurWriter



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambaran Nyata Perjuangan Palestina, Review Novel 24 JAM Karya Farah Qoonita

Pulang - Leila S. Chudori

Pokoknya Makan Mie Ayam Dulu, Mati Kemudian