Rindu yang Gersang
Sebuah harapan untuk bertemu. Tersadar bahwa ini adalah sebuah harapan yang terlalu tinggi untuk diri yang bukan siapa-siapa. Tidak spesial di bumi, apatah lagi di langit. Di ramadhan ini, ketika setan di belenggu untuk sementara waktu, membuat diri harus menyadari bahwa kepada siapa lagi harus mencari kambing hitam? Segala keburukan yang dilakukan ternyata bukan karena hasutan setan dalam artian ghaib, tapi setan itu justru berasal dari dalam diri, sifat itu tertanam di jiwa paling dalam. Dengan segala dosa yang dipupuk hari demi hari sedangkan diri yang jauh dari taubat, lantas bagaimana dengan beraninya merindukan untuk bertemu Sang Pencipta? Berdalih alasan merindu, namun rindu itu begitu gersang, rapuh, dan palsu. Katanya, kebahagiaan orang yang berpuasa, selain berbuka puasa, yakni kebahagiaan ketika bertemu Rabbnya. Tapi bagaimana kebahagiaan itu bisa didapatkan ketika puasa hanya sekedar menahan lapar dan haus? Sekedar menggugurkan kewajiban? Dititik mana dalam puasa ini ...