Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Hidup Terlalu Singkat Untuk Meratap

Gambar
Banyak hal indah dan menyenangkan dalam hidup ini, namun ada momen dimana kita akan merasakan kehilangan yang dapat menguras emosi, seperti halnya kematian. Sebuah kelahiran merupakan kehendak Allah.  Begitupun dengan kamatian, kelahiran dan kematian bukanlah kehendak kita melainkan kehendak Sang Pencipta. Dimana, kematian seseorang yang dekat dengan kita tentunya menjadi saat yang berat bagi kita beserta keluarga yang lain, sahabat, dan teman-teman yang ditinggalkan. Tentunya rasa kehilangan karena kematian seseorang yang berarti tentu bukan hal mudah. Begitu pun kematian seseorang yang kita sayangi. Kepergian seseorang untuk selamanya tentu meninggalkan luka mendalam dan rasa kehilangan yang luar biasa. Merasa sedih dan sakit itu merupakan hal yang wajar ketika kehilangan seseorang yang kita sayangi, yang tidak boleh itu meratapi kepergian seseorang. Kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup itu bukanlah hal yang mustahil bagi makhluk Allah, itu sudah pasti terjadi dalam hidu...

Buku dan Mataku

Gambar
Tentang buku lagi? Iya, hehehe. Entah karena keseringan di lingkungan yang ada bau-bau bukunya, ataukah memang tidak punya bahan wkwkwkwk. Tapi apapun itu semoga bermanfaat. Membaca adalah hal yang masih belum lumrah menjadi kebiasaan kebanyakan orang Indonesia. Ini dibuktikan karena minat baca masyarakat Indonesia tergolong masih rendah jika dibandingkan dari negara lain. Disamping segala pegiat literasi yang sudah sangat banyak dan sudah perlahan memberi perubahan dalam dunia baca (saya sangat berterima kasih kepada semuanya) namun tak dipungkiri bahwa ranking Indonesia memang masih tergolong rendah. Tapi saya tidak akan membahas tentang rating tersebut. Gambaran orang yang suka membaca buku digambarkan dengan orang yang cupu, kuper, dan pastinya yang berkacamata. Dengan tokoh berkacamata yang digambarkan membentuk pola pikir tersendiri bahwa kebanyakan membaca akan merusak mata. Sehingga terdapat beberapa tips bagaimana cara agar membaca dengan baik, kalau perumpaan membaca Al-Qur...

Buku? Au ah gelap~

Gambar
Untuk membaca yang berat-berat harus sering-sering dipantik dengan yang seru dan menarik agar otak kita itu tidak shock pas liat kertas-kertas buku. Setiap orang memiliki kapastias masing-masing. Dan minat yang berbeda-beda. Untuk langsung menuntut menyamaratakan kemampuan itu cukup mengganggu sebenarnya, malah membuat yang lain menjadi skeptis. Karena standar dikatakan 'intelektual' yang harus dipenuhi, malah membuat seseorang menjadi sama sekali acuh. Pikiran bahwa membaca buku hanya untuk orang-orang spesial, membaca buku harus yang mencerminkan ke'intelektual'an, membaca buku yang harus paham semua teori, membuat orang lain malah lebih pd untuk mengatakan tidak membaca buku sama sekali dibanding menyebutkan judul buku yang sama sekali jauh dari standar bacaan orang sekitarnya. Setiap orang memiliki latar belakang masing-masing, sejauh mana pengenalan dan pembiasaan pada buku, bahkan ada yang asing sama sekali, dengan penuntutan kesempurnaan 'kecerdasan' memb...

Kebaikan adalah Keburukan?

Gambar
Kenapa hal-hal yang sering viral itu hal yang tidak baik? Ada yang sering berpikiran seperti itu? Bahkan tak jarang ada saja konten yang dianggap "sampah". Kenapa yang diviralkan itu sesuatu yang baik? Apakah kita kekurangan orang baik? Tidak sama sekali. Justru bisa saja kita malah menjadi bagian dari orang-orang yang menghentikan pergerakan mereka. Kenapa? Karena ketika men- share hal yang baik, maka kita akan terkena penyakit doktrin "riya". Entah itu dari orang yang sinis yang asal ngejulid, bahkan juga orang yang paham akan pentingnya bertabayyun. Pikiran kita seolah telah dibentuk, bahwa share kebaikan, share sedekah, segala gerakan bantuan, dan sebagainya, pasti ada saja yang komen "kalau memang ikhlas ya tidak perlu diperlihatkan kali", "dasar riya", "cuma mau dibilang baik", alah "cuma...." Balblabla. Dan segala kalimat-kalimat justifikasi lainnya. Makanya jangan heran kalau kita selalu mendapatkan kebanyakan informa...

Malaikat Tak Bersayapku

Gambar
Perjalanan hidup seseorang itu panjang. Hingga setiap manusia tak luput dari problematika hidup, mengalami berbagai tantangan dalam hidup yang dapat membuatnya terpuruk dan tak berdaya. Namun ikhlas nggak ikhlas, terima nggak terima hidup akan terus berlanjut sampai Sanng Pemilik nyawa mengatakan cukup. Terkadang kita memerlukan komunikasi non verbal saat kita berada dimana semua terasa hancur dan mengalami ketakutan dalam menghadapi permasalahan, nah kita selalu mencari seseorang yang mampu melakukan komunikasi non verbal diluar sana, sedangkan tanpa kita sadari Allah telah memberikan kita malaikat yang mampu melakukan itu semua hanya melalui pelukannya. Karena pada dasarnya pelukan merupakan ekspresi perwujudan dari cinta kasih orang tua. Hubungan yang terjalin dari kedekatan orang tua dan anak sangat intim bahkan kedekatannya tidak hanya sebatas kedekatan fisik saja namun juga kedekatan secara batiniah. Karenanya, orang tua adalah sosok yang rela mempertahruhkan seluruh nyawanya. Pe...

Jawaban anti meanstream, 'Kapan nikah?'

Gambar
Insyaallah hari Idul Fitri akan segera tiba. Tak terasa telah sebulan kita melaksanakan ibadah puasa. Dan kini telah mencapai puncaknya. Hari Idul Fitri, atau hari yang suci. Menjadikan kita setelah berpuasa, menjadi suci kembali, seperti bayi yang baru lahir. Kenapa seperti bayi yang baru lahir? Karena kita dalam keadaan bersih, tak ada dosa. Harapannya seperti itu. Karena ramadhan adalah bulan ampunan, maka telah diampuni segala dosa kita, dan jadilah kita pribadi yang suci, yang lebih baik lagi, seperti selembar kertas putih bersih. Dan semoga kitalah orang-orang beruntung yang mendapatkan ampunan itu. Semoga setelah ramadhan kita bisa menjadi muslim/ah yang lebih baik lagi. Senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga nilai-nilai ramadhan yang telah kita lakukan bisa membekas dalam hati sanu bari kita dan terpancar dalam sikap dan akhlak kita. Aamiin. Idul Fitri adalah waktunya kita saling memaafkan, menjalin silaturahmi kembali, dan segala kebahagiaan lain yang tidak kita temuka...

19 Mei, Dia Yang Ku Panggil Babba

Gambar
ttps://pin.it/5jro3th Tak terasa rambut itu mulai beruban. Sudah setengah abad raga itu mengarungi kerasnya kehidupan dunia. Sosok yang menjadi pelindung bagi keluarganya. Sosok yang begitu tegar dalam menjalankan amanahnya sebagai kepala keluarga. Tak pernah aku mendengar keluhan yang keluar dari mulutnya tentang betapa susahnya mencari pekerjaan sehingga bisa mendapatkan penghasilan agar mampu memenuhi kebutuhan keluarganya. Bagi orang yang ber'ada' dan memiliki gaji yang tetap, mungkin tak akan menilai seberapa banyaknya yang dihasilkan. Tapi bagi kami, dari situlah salah satu sumber kehidupan kami. Yang meskipun kami anak-anaknya terlalu sering luput untuk mensyukurinya. Umurnya sudah 50 tahun, namun pedihnya diri ini, dengan segala kesadaran, nyatanya dengan seumur itu belum ada yang bisa kuberikan. Menjadi anak yang sholeh masih sangat jauh dari harapan, jangankan membahagiakannya dunia akhirat, untuk duniapun sampai sekarang kutidak mampu. Aurat yang selama ini kututupi ...

Siap Berteman, Siap memahami.

Gambar
https://pin.it/3Ur3iic Namanya juga pertemanan, ada kalanya kita berselisih paham, jika ada yang pro, pasti ada juga yang kontra, dua hal ini tak pernah bisa terpisahkan. Yang kadang membuat saya geram itu yakni sebahagian orang mengatasi permasalahannya  terkadang tidak disikapi secara baik dan bahkan lebih sering mencaci maki yang membuat sakit hati -itu tidak seberapa sih- yang paling parahnya kadang mereka tidak menganggap keberadaan temannya. Asal kamu tahu, perbedaan pendapat biasa terjadi dalam sebuah hubungan apapagi dalam pertemanan, kita harus menanamkan sebuah kepercayaan dengan teman kita, bukannya malah  bersikap seakan tidak peduli dan mengabaikan dia, karena bisa saja sikapmu membuat perasaan temanmu sedih dan sakit hati. Buat kamu yang membaca ini, pernah tidak kamu merasa keberadaanmu tidak dianggap oleh teman kamu sendiri? Kalau pernah, bagaimana perasaanmu? Tentunya akan merasa sedih dan kecewa kan? Adakah perasaan yang lebih buruk dari perasaan tidak diteri...

Menjadi Spesial Hanya Berguna Bagi Mereka Yang "Mampu"

Gambar
Panggil saja dia Ara. Dia merupakan anak perempuan yang ketika melihatnya sangat biasa saja. Tampilan, muka, pakaian, kepintaran, semuanya biasa saja. Tak pernah terbesit bahwa dia adalah anak spesial, oleh teman-temannya, kelurganya kalau ternyata di otaknya tersimpan saraf kompleks seperti orang-orang cerdas dunia. Karena keadaan lingkungan keluarga dan sekitarnya yang tidak memberikan keluasan bagi perkembangannya makanya dia tumnuh dengan biasa saja. Meredam segala imajinasi yang berkeliaran di dalam kepalanya. Sampai pada, seorang guru menyadari kemampuan Ara. Maka Ara dipercayakan untuk menjadi sosok 'panutan' dalam sekolahnya. Sehingga temannya yang lain menyadari bahwa ternyata Ara selama ini sepandai itu. Gurunya senantiasa memberinya pemantik untuk melihat sejauh mana kecerdasan Ara ini. Dengan melihat kecerdasannya, gurunyapun memiliki harapan yang lebih kepada Ara, agar Ara bisa melanjutkan kiprahnya dalam bidang Biologi. Seperti memercayakannya sebagai asisten guru...

Rebahan Santuy?

Gambar
https://pin.it/7oV6qn1 Pasti sudah tidak asing lagi dengan yang satu ini "Rebahan". Karena, istilah rebahan nampak booming akhir-akhir ini, bahkan fenomena ini banyak menarik perhatian dari berbagai kalangan. Sebuah tren, yang saat ini dijadikan candaan atau bahkan kambing hitam atas ketidakproduktifan anak muda zaman sekarang. Parahnya lagi, ada sebagian pemuda-pemudi yang bangga menyebut diri mereka sebagai kaum rebahan. Nah, apa sih yang pertama kali kalian pikirkan ketika mendengar kata "Rebahan"? Mungkin diantaranya ada yang berpikir bersantai-santai di kamar sambil main HP, nonton youtube, scrolling timeline, ngegosip di chat, dan hal yang lainnya cenderung kurang bermanfaat, atau perwujudan dari mager termanifestasi sebagai kegiatan bernama rebahan. Semuanya benar, tidak ada yang salah dan Sekali lagi itu adalah hak masing-masing individu. Namun, alangkah lebih baiknya bila kamu dengan jiwa mudamu mengisi waktumu untuk hal-hal yang baik. Melakukan sebuah peru...