Siap Berteman, Siap memahami.


https://pin.it/3Ur3iic


Namanya juga pertemanan, ada kalanya kita berselisih paham, jika ada yang pro, pasti ada juga yang kontra, dua hal ini tak pernah bisa terpisahkan. Yang kadang membuat saya geram itu yakni sebahagian orang mengatasi permasalahannya  terkadang tidak disikapi secara baik dan bahkan lebih sering mencaci maki yang membuat sakit hati -itu tidak seberapa sih- yang paling parahnya kadang mereka tidak menganggap keberadaan temannya.

Asal kamu tahu, perbedaan pendapat biasa terjadi dalam sebuah hubungan apapagi dalam pertemanan, kita harus menanamkan sebuah kepercayaan dengan teman kita, bukannya malah  bersikap seakan tidak peduli dan mengabaikan dia, karena bisa saja sikapmu membuat perasaan temanmu sedih dan sakit hati.

Buat kamu yang membaca ini, pernah tidak kamu merasa keberadaanmu tidak dianggap oleh teman kamu sendiri? Kalau pernah, bagaimana perasaanmu? Tentunya akan merasa sedih dan kecewa kan? Adakah perasaan yang lebih buruk dari perasaan tidak diterima?

Bagaimana, perihkan? Tapi jika kamu sedang dalam posisi tersebut, jangan pernah bersedih hingga berlarut-larut apalagi sampai mengubah hidupmu menjadi murung dan menyendiri.

Yaa emang perih, kecewa, marah, saat keberadaan tidak dianggap, diabaikan, apalagi dicuekin dan diacuhkan oleh teman sendiri. Tapi sebenarnya saat itu kita sedang dilatih untuk hidup lebih kuat lagi. Yang harus kita ketahui kita akan baik-baik saja sekalipun kita tidak dianggap olehnya. Karena, bisa saja mereka adalah hanya orang-orang yang hanya sepintas lewat dalam kehidupan kita entah sebagai pemanis atau malah sebagai unsur pahitnya.  Hahahaha.

Dan buat kamu yang melakukan hal seperti itu. Ingat, mau sekaya apapun kamu, sehebat apapun, sepinter apapun, tetap saja dalam hidupmu pasti membutuhkan orang lain meskipun itu dalam hal sepele sekalipun. Karena memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial.


Apalagi jika kamu melakukan hal tersebut ke temanmu, kamu tidak berpikir apa? Jika kamu bersikap seperti itu, kemungkinan pikiran dia akan berseleweng kemana-mana dan bisa saja dia menyalahkan dirinya, itu juga belum tentu benar yang dia pikirkan. Yaa, beselisih paham, rasa kesal atau apalah namanya tentunya pasti ada dalam sebuah pertemanan namun coba kamu bersikap lebih dewasa lagi dan terbuka supaya dia tidak berpikir yang macem-macem. Jangan sampai sikapmu tersebut malah menjadi akar dari kehancuran pertemananmu.

Intinya, sebagai makhluk sosial, setiap orang tentu ingin keberadaannya diakui, terkhususnya dalam hubungan pertemanan.

Saling menghargai tentunya akan lebih baik, dan menjadikan hubungan lebih abadi.




Writer; RM_Script

Komentar