Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Melihat Pejuang Palestina dalam Arc Wano Kuni One Piece

Gambar
Sedikit cerita tentang buku yang sedang saya baca—Islam dan Kebhinekaan serta Anime yang dinonton—One Piece. Sekedar cocoklogi yang absurd yang sebenarnya gak cocok-cocok amat ahahaha Berbicara tentang Islam dan Kebhinekaan bahasannya pasti tidak jauh dari radikalisme, terorisme, ataupun paham-paham yang dianggap mencederai nilai-nilai Kebhinekaan kita. Sepertinya karena buku ini menjadi pemantik hingga saya juga mengingat tentang Palestina—karena ada beberapa tulisan yang menyentil tentang hal tersebut.  Dalam anime yang saya nonton, saya masuk di bagian cerita Negeri Wano yakni negara yang berada di bawah kekuasaan shogunnya, Kurozumi Orochi, serta diduduki oleh Bajak Laut Beasts di bawah Kaido. Sebelumnya, Wano diperintah oleh Keluarga Kozuki. Saya tidak akan menceritakan tentang negeri Wano ini nanti kebablasan sopiler. hiks. Pada saat memasuki negeri ini saya langsung teringat dengan kisah perjuangan rakyat Palestina. Bagaimana kemudian mereka berjuang untuk kemerdekaannya ser...

Teman Cerita di Wilayah Teritorial Lain

Gambar
Diwaktu berdialog dengan mereka saya pernah mengatakan bahwa perubahan itu bisa dilakukan meski hanya dua orang saja. Ya meski memang membutuhkan effort yang lebih, resiko yang besar, serta beberapa bagian hati yang perlu setebal baja untuk hadapi semua akibatnya. Tapi ketika yakin dan memang serius pasti akan ada hasilnya, meski sedikit dan terlihat efeknya cukup lama. Ini saya sampaikan berdasar pada percobaan-percobaan uang pernah saya lakukan bersama teman berjuang kala itu. Terus beberapa bulan lalu, kami berdialog lagi, dan si Nisya (dari sudut pandang pembaca, yang paling kiri) berkata, "kubilang memang, perubahan itu tidak bisa hanya dua orang saja". Ini melihat dari hasil apa yang telah mereka lewati dalam kurun waktu itu, dan kesimpulan dari hasil diskusi kami di saat itu. Tadi, ketika ayahanda memberikan amanat, dan ini yang mengingatkan saya pada kisah dialog diatas, ayahanda mengatakan, bahwa perubahan peradaban tidak bisa hanya dilakukan hanya satu dua orang saj...