Teman Cerita di Wilayah Teritorial Lain
Diwaktu berdialog dengan mereka saya pernah mengatakan bahwa perubahan itu bisa dilakukan meski hanya dua orang saja. Ya meski memang membutuhkan effort yang lebih, resiko yang besar, serta beberapa bagian hati yang perlu setebal baja untuk hadapi semua akibatnya. Tapi ketika yakin dan memang serius pasti akan ada hasilnya, meski sedikit dan terlihat efeknya cukup lama. Ini saya sampaikan berdasar pada percobaan-percobaan uang pernah saya lakukan bersama teman berjuang kala itu.
Terus beberapa bulan lalu, kami berdialog lagi, dan si Nisya (dari sudut pandang pembaca, yang paling kiri) berkata, "kubilang memang, perubahan itu tidak bisa hanya dua orang saja". Ini melihat dari hasil apa yang telah mereka lewati dalam kurun waktu itu, dan kesimpulan dari hasil diskusi kami di saat itu.
Tadi, ketika ayahanda memberikan amanat, dan ini yang mengingatkan saya pada kisah dialog diatas, ayahanda mengatakan, bahwa perubahan peradaban tidak bisa hanya dilakukan hanya satu dua orang saja, tapi harus bersama-sama. Kadang jalan memang berbeda, tapi selama kita meyakini untuk mencapai tujuan yang sama maka itu bisa kita lakukan.
Dari situ saya menelisik kembali terkait bagaimana melakukan perubahan-perubahan yang pernah kami bicarakan. Kadang atau bahkan sering, saya merasa bahwa saya memang terlalu naif dalam hal keyakinan mencapai impian-impian tersebut.
Dari apa yang telah dilalui, yang terjadi sekarang, dan kemungkinan hasil di masa depan. Ternyata niat saja tidak cukup, tapi dibutuhkan orang-orang dengan tekad yang sama untuk bisa merealisasikan mimpi-mimpi itu.
Tapi.. yaaa begitulah..
Tetap semangat. Selamat berjuang dengan versi dan jalan kita masing-masing. Nanti kalau dipertemukan dalam ruang-ruang dialog seperti momen dulu, kita cerita lagi jalan-jalan terbaik untuk menurunkan cita-cita ideologi kita kepada generasi.
Dicerita saja, soal realisasinya terserah mereka.
Salam Hangat.
Titik dua huruf de kapital.
In pict, Nisya—Kak Fajar—Yuls
Komentar
Posting Komentar