Melihat Pejuang Palestina dalam Arc Wano Kuni One Piece


Sedikit cerita tentang buku yang sedang saya baca—Islam dan Kebhinekaan serta Anime yang dinonton—One Piece.

Sekedar cocoklogi yang absurd yang sebenarnya gak cocok-cocok amat ahahaha

Berbicara tentang Islam dan Kebhinekaan bahasannya pasti tidak jauh dari radikalisme, terorisme, ataupun paham-paham yang dianggap mencederai nilai-nilai Kebhinekaan kita.

Sepertinya karena buku ini menjadi pemantik hingga saya juga mengingat tentang Palestina—karena ada beberapa tulisan yang menyentil tentang hal tersebut. 

Dalam anime yang saya nonton, saya masuk di bagian cerita Negeri Wano yakni negara yang berada di bawah kekuasaan shogunnya, Kurozumi Orochi, serta diduduki oleh Bajak Laut Beasts di bawah Kaido. Sebelumnya, Wano diperintah oleh Keluarga Kozuki.



Saya tidak akan menceritakan tentang negeri Wano ini nanti kebablasan sopiler. hiks.

Pada saat memasuki negeri ini saya langsung teringat dengan kisah perjuangan rakyat Palestina. Bagaimana kemudian mereka berjuang untuk kemerdekaannya serta ingin mengambil kembali negaranya.

Wilayah yang semakin mengikis serta cap-cap buruk diberikan kepada mereka, pemberontakan, terorisme, dan hal-hal tidak baik lainnya.

Begitupun dalam cerita di negeri Wano ini, sedikit saja tidak mengiyakan keinginan orang-orang petinggi negeri maka siap untuk dicap pemberontak entah apapun alasannya. Bahkan terdengar nama petingginya saja yang diceritakan tidak baik, maka akan ditangkap atau disiksa. Agak mirip negeri mana hayoo?? Ahahaha

Bahkan ada satu scene dimana seorang guru menjelaskan tentang sejarah negeri itu dan itu jauh berbanding dari apa yang terjadi seharusnya. Tapi anak-anak yang diajarkan telah tertanam di kelapa mereka untuk membenci tokoh-tokoh tertentu khususnya klan Kozuki. Sungguh seberpengaruh itu pendidikan.

Kalau dari pandangan penonton yang melihat berbagai macam perspektif entah dari SHP dan aliansi nya serta Kaido berserta para anggotanya, diluar dari keinginan pribadi mengalahkan si Kaido, tapi ada nilai kemanusiaan di dalam diri mereka yang ingin mengembalikan negeri Wano seperti semula dimana hidup damai dan tentram, jauh dari bayang-bayang melarat, intimidasi, pemerintahan yang kacau, alam yang rusak, serta segala kondisi yang membuat negeri ini semakin hancur.

Mereka mencari para pejuang yang masih siap untuk bergerak merebut kembali wilayahnya, dari sini saya terpikir dengan gerakan Hamas yakni gerakan Islam dan nasionalisme Palestina yang menentang pendudukan Zionis di daerah tersebut, pejuang ini bergerak di bawah tanah, yap literally di bawah tanah bukan hanya kiasan seperti di anime yang bergerak dalam senyap meski tetap berbaur dengan warga lokal.

Jika menonton kita akan melihat dari berbagai sudut pandang, dan mungkin tiba pada persetujuan dengan para SHP dan aliansinya bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar dan orang-orang yang menguasai negeri Wano sekarang adalah orang-orang yang buruk.

Kita akan sampai pada kesimpulan itu karena kita diperlihatkan akan hal itu. Namun dalam dunia nyata, memfilter informasi tidak semudah seperti melihat tontonan.

Kita missinformasi terhadap kejadian yang sedang terjadi. Dimana media lah yang berperan penting, apakah media itu pro atau kontra terhadap isu tersebut. Kita jauh dari sudut pandang orang-orang yang sedang memperjuangkan negara nya, contohnya Palestina.

Bahkan sumber-sumber yang menyuarakan tentang pembebasan Palestina masih sulit untuk mendominasi bahkan sering juga mendapatkan banned dalam media. Makanya kita melihat apa yang mereka ingin perlihatkan, masyarakat dengan mudah mencap bahwa rakyat Palestina itu adalah pemberontak, terorisme, suka perang, bom dan sebagainya. Sehingga kita juga menjadi konsumen yang tidak peka akan kondisi tersebut, atau malah mencap negatif orang-orang yang membelanya.

Sebesar itu ternyata pengaruh sudut pandang apalagi ketika orang-orang berkuasa yang mengambil peran. Kita yang hanya mengelola informasi secuil kadang mudah sekali terpengaruh untuk menjadi bagian yang saling menyerang.

Cerita tentang bukunya dimana? Buku hanya sebagai inspirasi karena ada beberapa pembahasan tentang Palestina yang cukup membuat otak saya gatal dan berefek pada saat nonton One Piece. Wkwkwk.

Sekian cocoklogi nya yang tidak cocok-cocok amat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambaran Nyata Perjuangan Palestina, Review Novel 24 JAM Karya Farah Qoonita

Pulang - Leila S. Chudori

Pokoknya Makan Mie Ayam Dulu, Mati Kemudian