Rebahan Santuy?




https://pin.it/7oV6qn1

Pasti sudah tidak asing lagi dengan yang satu ini "Rebahan".

Karena, istilah rebahan nampak booming akhir-akhir ini, bahkan fenomena ini banyak menarik perhatian dari berbagai kalangan. Sebuah tren, yang saat ini dijadikan candaan atau bahkan kambing hitam atas ketidakproduktifan anak muda zaman sekarang. Parahnya lagi, ada sebagian pemuda-pemudi yang bangga menyebut diri mereka sebagai kaum rebahan.

Nah, apa sih yang pertama kali kalian pikirkan ketika mendengar kata "Rebahan"?

Mungkin diantaranya ada yang berpikir bersantai-santai di kamar sambil main HP, nonton youtube, scrolling timeline, ngegosip di chat, dan hal yang lainnya cenderung kurang bermanfaat, atau perwujudan dari mager termanifestasi sebagai kegiatan bernama rebahan.

Semuanya benar, tidak ada yang salah dan Sekali lagi itu adalah hak masing-masing individu. Namun, alangkah lebih baiknya bila kamu dengan jiwa mudamu mengisi waktumu untuk hal-hal yang baik. Melakukan sebuah perubahan melalui gagasan yang bisa menjanjikan masa depanmu. 

Agar tidak berakhir lumutan bahkan bisa berakar di kasur karena saking fasih melakukan rebahan hahaha. Tidak ada kok yang melarang untuk rebahan, silahkan rebahan, asalkan jangan berlebihan dan bisa juga sambil melakukan sesuatu yang bisa membawa manfaat. Semisal sembari membaca buku, menulis, dan mencoba menghadirkan sebuah solusi dari permasalahan yang ada atau kegiatan yang bermanfaat lainnya.

Ingat Jangan melulu scroll timeline media sosial. Jangan terlalu lama menghabiskan waktumu setiap harinya dengan bermain gadget hanya sekadar untuk menyisir sosial media, instagram, facebook, dan teman-temannya karena itu semua tidak akan bisa merubah hidupmu.


Mungkin ada yang bilang “Baiklah kalo begitu saya mau berubah. Tapi bagaimana caranya? Karena berat banget meninggalkan skill rebahanku ini".

Nah, kata ustad felix melalui dua cara yaitu tawakal dan ikhtiar. Kita mulai dengan cara tawakal, dengan lebih mendekatkan diri dengan Allah. Kemudian dengan cara ikhtiar, cara ikhtiar bisa kita mengganti emosional dengan banyak cara salah satunya dengan melakukan perusakan pola, karena pada dasarnya hidup itu berpola.

Untuk lebih jelasnya ada di youtube Ust. Felix Siauw hahahaha.

Ingat, kita semua telah sepakat bahwa kita di dunia ini hanya sementara tempat persinggahan untuk mengumpulkan bekal. Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk menyia-nyiakan atau sekadar rebahan, sebelum penyesalan datang maka keluarlah dari zona Rebahanmu itu.



Writer; RM_Script

Komentar