Jawaban anti meanstream, 'Kapan nikah?'





Insyaallah hari Idul Fitri akan segera tiba.

Tak terasa telah sebulan kita melaksanakan ibadah puasa. Dan kini telah mencapai puncaknya.

Hari Idul Fitri, atau hari yang suci. Menjadikan kita setelah berpuasa, menjadi suci kembali, seperti bayi yang baru lahir. Kenapa seperti bayi yang baru lahir? Karena kita dalam keadaan bersih, tak ada dosa.

Harapannya seperti itu.

Karena ramadhan adalah bulan ampunan, maka telah diampuni segala dosa kita, dan jadilah kita pribadi yang suci, yang lebih baik lagi, seperti selembar kertas putih bersih.

Dan semoga kitalah orang-orang beruntung yang mendapatkan ampunan itu. Semoga setelah ramadhan kita bisa menjadi muslim/ah yang lebih baik lagi. Senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga nilai-nilai ramadhan yang telah kita lakukan bisa membekas dalam hati sanu bari kita dan terpancar dalam sikap dan akhlak kita. Aamiin.

Idul Fitri adalah waktunya kita saling memaafkan, menjalin silaturahmi kembali, dan segala kebahagiaan lain yang tidak kita temukan dalam waktu yang lain, waktu dan suasana yang istimewa memang.

Namun, tak jarang hari raya ini menjadi hari yang aneh sendiri bagi para jomblo. Hahahaha. Kenapa? Kalau kamu jomblo, dan sudah berusia matang, pasti mengerti kan? Wkwkwkwk.

Ya hari ini sering dijadikan sebagai hari bertanya 'kapan nikah?', 'jodohnya kapan datang?', dan segala pertanyaan jodoh lainnya. Tentunya hal ini membuat si jomblo-jomblowati harus mencari ide sebelum hari silaturahmi di mulai, ataukah cari cara cerdik untuk lari dari pertanyaan hahahaha.

Meskipun seperti sekarang, keadaan masih belum normal, kita masih bertarung melawan pandemi, namun tidak menjadikan kita untuk tidak menyambung silahturahmi. Karena sekarang sosmed sudah menjadi sahabat harian kita. Nah dengan sosmed inilah, kita harus berdamai sedikit dengan keadaan, dan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menjalin kerinduan kepada keluarga, sahabat, dan lainnya. Termasuk dengan do'i atau calon do'i juga bisa, (dasar modus hahaha)

Namun meskipun pandemi sudah lama menjadikan kita agak terbatas ruang geraknya. Sepertinya tidak akan menjadikan pertanyaan 'kapan nikah?' itu menjadi tenggelam. Karena seolah itu pertanyaan formalitas yang wajib diutarakan ketika silaturahmi hahahah. Iya kan?

Nah bagi kamu yang belum punya jawaban ataukah mau jawaban yang beda dari biasanya, saya ada sedikit tips. Sedikit? Iya cuma sedikit, cuma sekalimat, tapi semoga bisa dimaknai ya.....

Tahu kan surah Ar-Rahman? Ya pasti taulah, salah satu surat yang banyak orang favoritin.

Nah dalam Firman Allah surah Ar-Rahman surah ke 55 ayat 52, dikatakan bahwa 

فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٍ زَوْجَانِ 

Yang artinya, "Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan."

Nah dari ayat tersebut dikatakan bahwa buah-buahan saja Allah buat berpasang-pasangan, masa iyya manusia tidak punya pasangan ya kan? Masa iyya manusia kalah dengan buah-buahan wkwkwkwk.

Nah dari ayat tersebut kita harus yakin, bahwa segala sesuatunya telah diatur oleh Allah SWT. Bahkan buah-buahan pun dibuat Allah berpasang-pasangan, maka yakinlah bahwa kita juga pasti memiliki pasangan. Hanya persoalan waktu saja, kapan dipertemukannya. Toh pernikahan bukan ajang perlombaan kan? 

Mudah kan? Tapi harus punya peraaaan yang kuat dan kebal untuk memaknai ini. Jangan sampai kamu baper duluan karena kelamaan menjomblo ahahaha

Selama kita yakin sama Allah, memang segalanya akan lebih mudah kan? Sekuat itu memang keyakinan membuat kita tenang.


Jadi untuk kamu jomblo-jomblowati jangan resah dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Cukup maknai hakikat rezeki di tangan Allah (termasuk jodoh), maka dengan mudah kita akan berdamai dengan keadaan. Tidak ada kekhawatiran yang berlebih lagi dalam persiapan dan penantian dengan jodoh.

Lebih baik kita galau positif saja. Ha? Galau positif? Ya galau positif. Lebih baik mari kita risaukan saja dosa kita yang bisa saja masih bertumpuk-tumpuk meskipun sudah melalui Ramadhan dan amalan yang masih sedikit, sedangkan dalam setiap desahan nafas kita bisa saja itu yang terakhir. Sedih kan?

Tambahan sedikit tips, mimik foto diatas juga bisa contoh, sebagai cara senyum ketika menjawab pertanyaan yang seperti itu. Dijamin pasti akan kelihatan ikhlas sekali. Muka-muka imoet tak berdosa gituuu.... Wkwkwkw

Sekian tips abal-abalnya, semiga bermanfaat...




Writer; Yuls Al Guevara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambaran Nyata Perjuangan Palestina, Review Novel 24 JAM Karya Farah Qoonita

Pulang - Leila S. Chudori

Pokoknya Makan Mie Ayam Dulu, Mati Kemudian