Hidup Terlalu Singkat Untuk Meratap
Banyak hal indah dan menyenangkan dalam hidup ini, namun ada momen dimana kita akan merasakan kehilangan yang dapat menguras emosi, seperti halnya kematian.
Sebuah kelahiran merupakan kehendak Allah. Begitupun dengan kamatian, kelahiran dan kematian bukanlah kehendak kita melainkan kehendak Sang Pencipta.
Dimana, kematian seseorang yang dekat dengan kita tentunya menjadi saat yang berat bagi kita beserta keluarga yang lain, sahabat, dan teman-teman yang ditinggalkan.
Tentunya rasa kehilangan karena kematian seseorang yang berarti tentu bukan hal mudah. Begitu pun kematian seseorang yang kita sayangi. Kepergian seseorang untuk selamanya tentu meninggalkan luka mendalam dan rasa kehilangan yang luar biasa.
Merasa sedih dan sakit itu merupakan hal yang wajar ketika kehilangan seseorang yang kita sayangi, yang tidak boleh itu meratapi kepergian seseorang.
Kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup itu bukanlah hal yang mustahil bagi makhluk Allah, itu sudah pasti terjadi dalam hidup ini. Hanya saja waktu yang tidak pernah bisa diprediksi kapan itu akan terjadi pada kita.
Nah, kenapa saya menulis ini karena, saya mengerti bagaimana ketika kita kehilangan orang yang kita sayangi selama ini. Tentunya memendam rasa duka sendirian, seringkali membuat kesedihan dan rasa sakit terasa semakin dalam.
Disini saya hanya mencoba menceritakan kesedihan yang yang saya alami dan mewakili orang-orang yang saat ini merasa kehilangan. Karena, asal kalian tau ketika kita memendam semua itu justru akan membuat rasa duka semakin terasa sakit bahkan bisa merusak hubungan kita dengan support system kita yang lain.
Buat teman-teman yang merasakan kehilangan saat ini, kesedihan yang sedang kita rasakan sekarang ini adalah hal yang wajar bukan karena tak mengikhlaskan kepergiannya, melainkan merupakan sebuah tanda jika kita sangat sayang padanya.
Saya yakin dan teman-temanpun harus yakin bahwa Sebuah kebahagiaan yang datang setelah hujan kesedihan ini merupakan suatu tanda jika kita benar-benar sangat menyayanginya dan percaya bahwa yang meninggalkan kita juga berbahagia disisi Sang Pencipta.
Jangan risau dengan kematian karena itu adalah takdir-Nya, belum lagi akibat rasa bersalah dan sebagainya, karena kita tidak dihisab atas apa-apa yang diluar keinginan kita.
Writer; RM_Script

Komentar
Posting Komentar