Sebuah Kesyukuran Diberikan Penyakit Pada Tempatnya


Kesehatan merupakan momok yang tak jarang menjadikan seseorang merasa terlalu sering mengeluh. Sedikit sakit kepala saja, ataukah pegal, ataukah segala penyakit mungkin katergori ringan, maka dengan mudahnya lisan mengumpat kenapa diberi cobaan begini. Seolah lupa akan kesehatan yang telah diberikan sebelumnya.

Apakah kita pernah berpikir, kalau kita sakit kepala ya sakitnya dikepala, ketika sakitnya lambung ya diperut, ketika sakitnya jantung ya dalam dada. Lantas bagaimanakah jika sakit yang kita rasakan nyatanya tidak berapa pada tempatnya? Ketika lambung kita sakit, misalnya sakitnya di kepala, ataukah sebaliknya. Memangnya bisa? Ataukah benar-benar tak pernah terpikirkan sebelumnya? Mana mungkin organ tubuh itu berpindah tempat?

Jawabannnya,,, MUNGKIN! Inilah salah satu yang harus kita syukuri betapa nikmat Allah telah memberikan kita nikmat berupa sakit dimana sakit itu tetap berada pada tempatnya.

Salah satu ke Maha Kebesaran Allah, bahwa Allah Kuasa dalam melakuakan sesuatu. Bahkan organ-organ yang itdak pada tempatnyapun, yang bahkan kita anggap mustahil dan tak terpikirkan oleh kita mampu Dia lakukan, memperlihatkan dan menyadarkan kita bahwa besar Dia, dan betapa lemahnya kita sebagai seorang hamba.

Penyakit langka nan aneh ini telah dialami oleh seseorang yang bernama Li Piao. Dimana kejadian ini merupakan kejadian luar biasa dalam dunia medis bahkan mungkin di dunia.

Mengapa sebuah penyakit begitu luar biasanya? Karena orang ini memiliki susunan tubuh yang acak. Dibandingkan dengan kondisi tubuh manusia pada umumnya yang merupakan hal lumrah bagi manusia, namun pada Li Piao ini memiliki susunan tubuh yang kita katakan susunan yang acak-acakan.

Dikutip dari buku Tadabbur Cinta karya Ahmad Zaky el-Shafa bahwa hal ini boleh kita percaya atau tidak. Jantungnya ada di kepala, sementara otaknya ada diperu. Adapun ginjalnya ada ditempat dimana biasanya lambung berada. Namun yang lebih aneh dan unik lagi adalah bahwa menurut hasil penelitian para dokter, posisi ubuh laki-laki berusia 51 tahun ini senantiasa berubah-ubah, dari satu sisi ke sisi yang lainnya saling bergantian pada seberapa banyak Li Piao bergerak.

Jadi bayangkan ketika kamu sakit kepala tapi yang terasa diperut, ketika sakit jantung sakitnya dikepala. Masih ragukah kita akan betapa besarnya karunia yang telah diberikan Allah kepada kita?

MasyaAllah sungguh luar biasa Ciptaan-Nya, organ yang tidak berada pada tempatnya sungguh membuat kita terheran-heran bagaimana bisa hal itu terjadi, dan yang lebih luar biasa darpipada itu bahwa organ-organ tersebut bisa saja berpindah tempat ketika orangnya bergerak. Seolah susunan jenis kue yang disusun pada sebuah wadah, lantas wadah tersebut bergerak sehingga mengakibatkan kue tidak berada pada tempatnya. Dan kue ini mungkin akan lebih hancur bentuknya daripada semula yang disusun, namun tidak pada organ-organ ini, organ ini tetap berfungsi sebagaimna mestinya, hanya saja tempatnya saja yang berubah. MasyaAllah sungguh Engkau Sang Kreator Agung, Sang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa diakhir hayat Li Piao, sejak penyakit uniknya ini terdeteksi, bahwa Li Piao ternyata mengidap penyakit jantung yang cukup parah, namun tak ada yang bisa menolongnya karena pada saat itu jantungnya berada dalam tenggorokannya. Karena keadaan yang begitu lumrah ini, sang dokter tak berani menggunakan listrik pengejut sebagai upaya untuk mengobatinya. Yang diberikannya hanya berupa obat yang bisa dia konsumsi, yang mana obat itu ternyata tidak efektif dalam penyembuhannya, hingga Li Piao ini meninggal dunia.

Itulah salah satu cerita yang bisa menyadarkan kita bahwa betapa malunya kita ketika hanya sedikit saja lantas umpatan mengeluh begitu mudah keluar dari lisan kita, seolah rahmat tidak pernah diberikan kepada kita, lebih tepatnya kita yang terlalu somboong dan tidak tau diri akan segala rahmat dan rezeki yang telah diberikan.

Betapa enggannya kita untuk membuka mata dan melihat sekitar, sedikit menggunakan akal untuk berpikir bahwa begitu kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita tanpa kita minta, dimana mungkin ada betapa banyak orang di luar sana yang menginginkan dan berdoa akan hal tersebut namun tidak diberikan-Nya dan malah memberikannya kepada kita.

Semoga dengan menyadari segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. membuat kita senantiasa bersyukur, dan senantiasa membuat kualitas iman kita semakin bertambah.


AmateurWriter


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambaran Nyata Perjuangan Palestina, Review Novel 24 JAM Karya Farah Qoonita

Pulang - Leila S. Chudori

Pokoknya Makan Mie Ayam Dulu, Mati Kemudian