Penjelajahan Proses Pemaknaan Hidup



The minute that you’re not learning, I believe you’re dead. –Jack Nicholson
 
Ada titik dimana nanti kita akan sadar bahwa apa yang kita dapatkan selama ini sangat sangatlah kurang.

Mungkin itulah mengapa pentingnya kita untuk harus belajar, belajar, dan terus belajar.

Mungkin sekarang kita menganggap telah memahami proses yang kita jalani, segala ilmu yang kita dapatkan, segala rentetan pengalaman yang tak sanggup kita sebutkan semua, tapi nyatanya ketika kita sampai di titik dimana kesadaran datang "ohh" bahwa kita selama ini hanyalah terlalu sombong, sok memahami hakikat hidup tapi realita yang terjadi kita sangatlah jauh dari arti pemaknaan.

Dan mengapa itu bisa kita sadari? Karena ada yang tidak akan pernah membohongi hasil. Apa itu? Ya benar, dia proses.  Kata-kata yang sudah terasa old sekali kan? Tapi old but gold. Karena memang realitanya seperti itu.

Ketika kita menyadari dan mulai memahami kok hidup kita begini-begini saja, segala proses telah terlewati, segala ilmu sudah dipelajari, buku bertumpuk-tumpuk sudah dibaca, diskusi di mana-mana tapi toh kita seolah hanya stagnan di tempat ini saja. Yang rasanya sudah maju beratus-ratus langkah, tapi ketika memperhatikan diri lebih dalam lagi, kok diri kita sama saja? Apa bedanya saya beberapa waktu silam dengan sekarang? Hanya 'cover' diri yang berubah, selebihnya? Rasanya sama saja.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah semua yang dilakukan sebuah kesia-siaan? Bisa iya, bisa juga tidak sepenuhnya seperti itu,  namun salah satu penyebabnya bisa saja ini akibat proses pemaknaan kita belum sempurna dalam memahami.

Jangan remehkan kode dari diri sendiri atas kehampaan segala ilmu yang didapatkan, bisa saja kita masih sangat jauh dari kata memaknai proses, itulah mungkin mengapa salah satu alasan kenapa kita harus mencari ilmu hingga ke liat lahat.


Karena proses berpikir tak akan pernah mati, kehidupan berjalan, ilmu yang berjejer menunggu untuk kita selami, pemaknaan dan kebajikan hidup yang masih luput kita gapai. Dan hal itu akan terus berkembang seiring berjalannya waktu, seiring banyaknya tempaan hidup, seiring banyaknya pengalaman yang mulai dapat termaknai.

Dan setiap proses yang dialami itu akan membentuk pola demi pola cara berpikir kita. Cara berpikir tidak stagnan pada bagaimana kita sekarang, ia akan terus senantiasa terlengkapi sedikit demi sedikit. Bukan persoalan lain kita katakan hari ini, maka lain juga nantinya. Tapi ini persoalan bagaimana menemukan puzzel-puzzel makna dari setiap proses berpikir. 

Maka. Jangan pernah berhenti berproses. Jangan pernah merasa cukup (atas ilmu). Selami segala ilmu yang bisa kita selami.

Belajar, belajar, dan belajar.

Buka mata lebih nyata, banyak hal yang mesti kita maknai. Ilmu tidak akan pernah cukup untuk dipahami.

Hanya kesombonganlah yang membuat ilmu itu sudah terasa penuh.

Selamat berkelana dalam pemaknaan hidup.




Writer; Yuls Al Guevara

Komentar