Kufur Nikmat - Hanya Sebuah Quote
"Bukankah kezaliman yang tak terkira jika kita menjadikan mahakarya yang istimewa ini hanya numpang lewat dalam sejarah. Lahir, hidup, lalu mati, tanpa meninggalkan warisan berharga bagi generasi selanjutnya."— Ahmad Rifa'i Rif'an —
Hanya sepenggalan beberapa kalimat yang saya kutip dari buku "Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati" oleh Ahmad Rifa'i Rif'an halaman 6.
"Tuhan, maaf, Kau alirkan nikmat, kami balas dengan maksiat. Sehatnya mata malah dipakai nista. Sehat telinga dipakai dengar yang sia-sia. Bugarnya raga dipakai berbuat hina. Lisan yang bisa bicara dipakai ngomong tak bermakna. Kaki yang kuat dipakai jalan ke tempat yang sesat. Dikasih amanat malah khianat. Dikasih rezeki sombongnya tak henti-henti. Diberi kehormatan tapi angkuhnya bukan main. Tolong, ampuni kami. Jangan sampai kekufuran kami menjadikan-Mu murka dan mencabut segala nikmat dari diri kami. Jangan sampai kami baru sadar setelah seluruh amugerah terenggut dari kami. Mohon maaf, Tuhan. Hanya semenit kucoba tutup mata, tutup telinga, lemaskan kaki, bisukan lisan. Betapa tak enaknya. Tak terbayangkan jika nikmat mata, telinga, raga, Engkau renggut."

Komentar
Posting Komentar