Untukmu Wahai Diri
Untukmu wahai diri,
Untukmu wahai diri yang sedang merasa sedang berjalan ke Surga, pastikanlah bahwa langkahmu masih berpijak ke tanah. Langkah mu yang kian pasti jangan sampai justru membuat tapakmu membentuk tangga demi tangga menuju langit. Dan ketika kau menengadah kan wajah ke bawah kau melihat orang lain begitu rendah.
Untukmu wahai diri yang selalu terbuai akan emosi, ingatlah bahwa perasaan mu yang sedang tidak baik-baik saja jangan sampai membuatmu merasa benar untuk berlaku semena-mena terhadap orang lain. Merasa bebas untuk melampiaskan semua amarah, dan merasa perlu dimengerti bahwa itu adalah sebuah kewajaran oleh orang yang sedang tidak baik-baik saja.
Untukmu wahai diri,
Ketika kau menyadari,
berhentilah menjadi si paling.
Dan ketika kau tidak menyadari,
hindarilah menjadi si paling.
Si paling benar, si paling pantas, si paling berjuang, si paling berkorban, si paling berhak, si paling paham, dan si paling - si paling lainnya.
Katakanlah pada dirimu wahai, bahwa sudah cukup untuk selalu memberi makan dan memupuk terus menerus ego dengan makanan-makanan sampah.
Perhatikan ketika kau bercermin, apakah itu cermin yang masih bagus atau sudah usang.
Ketika cermin itu sudah usang dan penuh noktah, kau tidak akan melihat sesuatu dihadapan cermin itu terpantul dengan baik, kau hanya bisa membentuk imajinasi mu sendiri untuk menyempurnakan hasil pantulan cermin tersebut.
Pastikan cermin itu masih bersih, tidak dipenuhi debu, agar kau bisa melihat tampilan dirimu dengan lebih jelas dan lebih murni tanpa ada khayalan-khayalan yang bisa menerbangkanmu ataupun menguburkan orang lain.

Komentar
Posting Komentar