Bye, 2024ππ»
2024 masih bertarung dengan semesta
1/3 awal tahun
Dibuka dengan login jadi Caratππ€π» ini salah satu hal terplot twist sihh, saya tidak prnah anti dengan KPop dan printilannya, tapi tidak menyangka kalau bakal kecantol sama sebong wkwkwkwk. Tapi ini adalah salah satu kesyukuran yang luar biasa karena bisa berkenalan dengan mereka di saat-saat puncak krisis kehidupan, awal tahun ini betul-betul part terberat dari 2024. Dan adanya mereka berasa ketemu teman baru untuk menemani melewati masa-masa berat itu. Diawali dengan Nana tour lalu berkenalan dengan Going Seventeen. Dan ini salah satu pelarian dari kehidupan nyata wkwkwkwk
1/3 kedua tahun
Ini masa-masa berusaha untuk menetralisir diri sih, berusaha untuk tenang, berusaha berdamai dengan takdir (meski susah pake begete), bulan lahir yang resmi sudah masuk seperempat abad kedua dalam kehidupan. Umur 26 tahun yang waktu kecil dikira udah tua banget itu ternyata sekarang adalah aku wkwkwkwk Krisis identitas cukup berat, tapi pada akhirnya bertahan adalah jalan keterpaksaan.
1/3 tahun terakhir
Banyak kabar-kabar bahagia yang datang, keluarga, teman, kolega. Yg membuat hati juga hangat. Fase tenang sudah mulai terasa. Dan banyak hal-hal baru yang coba untuk diterabas, and i proud of ma self of this.
Selain Krisis identitas, tahun ini juga banyak cobaan krisis iman. Bertarung dengan diri sendiri memang hal yang paling sulit. Terkadang bahkan sering, saya takut dengan diri saya sendiri ketika sedang sendirian. Saya ngeri dengan pikiran dan tindakan saya sendiri. Dan ada masa-masa dimana saya harus betul-betul merasa lelah sebelum pulang, biar kalau pulang langsung istirahat karena terlalu lelah. Yuls takut sama dirimu oiii πππ»
Diantara semua ketersesatan di tahun '24, Tuhan tidak pernah meninggalkan, jujurly selalu ada justifikasi terhadap keraguan takdir Tuhan, tapi Tuhan tak pernah bosan menunjukkan bahwa dia tidak meninggalkan, banyak part-part dimana saya merasa bahagia untuk melihat dan menyadari sendiri bahwa Tuhan senantiasa bersamaku.
Saya sadar, bahwa saya jauh dari kata 'sembuh', tapi kuharap dimasa-masa yang akan datang, saya bisa lebih berani mengambil keputusan, melawan ketakutan-ketakutan, dan meyakinkan anak kecil di dalam diriku bahwa kita akan baik-baik saja, merangkulnya dan mengajaknya untuk sama-sama bangkit, berproses, dan sembuh bersama.
Peluk jauh inner childku,
Yuls

Komentar
Posting Komentar