Konotasi

 


Sudah siap?


Seseorang melihat buku yang saya story di WA, judulnya "Jalan Cinta Para Pejuang".


Terus dikomen "Baca buku itu buat bacaan atau buat persiapan ka?"


Ya saya jawab polos, "cuma bacaan". Terus dia jawab lagi, 'ohh kirain sudah siap'.


"Siap apa?", Jawabku.


Lalu jawabnya, "Siap nikah". Lah lah, kok malah nikah.


Jadi hal ini bukan tentang tentang persiapan saya menikah yang ingin saya sampaikan, bukan. Itu bukan konsumsi publik wkwkwkwk.


Jadi begini, dari pertanyaan itu bisa disimpulkan bahwa sebagaian besar sesuatu bisa jadi maknanya seperti yang kita inginkan, tapi bisa juga tidak.


Contohnya mungkin kita berpikir bahwa buku ini tentang persiapan nikah, karena beberapa kisah dan bahas cinta yang digunakan. Tapi kembali lagi kepada kita seorang pembaca, apakah pemahaman kita ingin kita bawa pada ranah tersebut atau mengartikannya lebih kepada konsteks nyata kehidupan kita.


Memang bukunya menceritakan beberapa tentang kisah yang sangat menginspirasi dari perjuangan cinta pasangan hidup, tapi diluar dari itu banyak juga pelajaran tentang cinta yang bisa kita dapatkan.


Lagi pula, persoalan cinta tidak harus tentang hubungan sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara kan? Jauh dari itu cinta mencakup sangat luas maknanya. Tentang perjuangan, tentang dakwah, tentang Rasulullah, bahkan tentang Allah. Hakikat cinta jauh lebih luas dari pada hanya pergolakan hati kepada hambaNya semata.


Penafsiran kita terhadap sesuatu sangat berpengaruh dalam cara memaknainya. Ketika kita hanya fokus pada persoalan cinta-cintaan manusiawi dan dunia semata, maka penafsiran kita juga akan tidak jauh dari itu. Tapi ketika kontekstualisasi kita arahkan kepada perjuangan di jalanNya, maka pemaknaan yang kita dapat juga tak luput dari jalan itu.


Bukan persoalan sesuatu hal tersebut, apakah tentang ini ataupun itu. Tapi tentang semuanya kembali lagi kepada diri kita, sejauh apa pemaknaan kita terhadapnya. Bahkan jika itu hal yang sangat sederhana sekalipun.



*Mengabadikan tulisan tahun 2020, No edit

Komentar