Manusia dan Malam

 


Dalam kelamnya malam, gelapnya dunia. Manusia itu sedang bergumul dengan pikirannya. Ketika dunia sudah lelah dengan kehidupan di siang hari, isi kepalanya justru mulai memberontak.

Kehidupan yang semu, hampa, dan tidak bergairah. Setiap detiknya yang terlewati hanya sebuah jalan untuk menyambung hidup dari satu detik ke detik yang lain, menit ke menit, jam ke jam, hingga hari berganti hari.

Pertanyaan tentang makna dunia dan isinya tidak pernah alpa untuk datang mendesak dan meminta jawaban atas arti kehidupan.

Manusia bisa saja bercanda dan tertawa di siang hari, tapi ternyata membuka luka di malam hari. Siang hari disibukkan dengan manusia di sekitarnya, malamnya disibukkan dengan manusia di dalam dirinya.

Seperti beberapa orang yang sedang berembuk mencari jalan terbaik, padahal hanya satu tubuh yang memiliki banyak jiwa.

Jiwa yang sunyi, sepi, dan nestapa.

Manusia yang melewati hari-hari dengan kelupaan untuk hidup.

Komentar