Perjalanan Ruang dan Waktu dalam Aleph Karya Paulo Coelho

Aleph; Paulo Coelho; Cetakan Kedua, Agusus 2013; Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama; 315 halaman; ISBN: 978-979-22-946--6


[Blurb]

Apa yang kau lakukan saat ini akan mengubah masa depan.

Memustuskan. Mengubah.  Menjadi. Mencari jati diri. Melangkah. Berbuat. Bangkit. Berkesperimen. Mencapai. Menantang. Bermimpi. Menang. Menemukan. Menuntut. Berkomitmen. Berpikir. Meyakini. Menguatkan. Bertanya. Bertumbuh. Berpartisipasi. Membangkitkan kesadaran.

Dalam bukunya, ALEPH, Paulo mengajak kita untuk mengambil tindakan. Sebab sudah waktunya kita merasakan kebutuhan untuk meninjau bagaimana kita menjalani hidup ini, apakah kita berada di tempat yang kita inginkan, dan melakukan hal yang ingin kita lakukan.

✨✨✨

Aleph menceritakan tentang perjalanan dari si penulis Paulo Coelho yang melakukan perjalanan Trans-Siberia yang ditemani editor dan penerbit bukunya, serta beberapa orang lain.

Awalanya Paulo berdiskusi dengan tokoh yang berinisial J dimana saat ini dia berada di titik merasa hampa atas apa yang telah dia lakukan selama ini, menjalani segala ritual untuk lebih mengenal Tuhan dan dirinya sendiri, namun dia merasa semuanya sia-sia, dan mulai kesal dan lelah dengan apa yang dia yakini.

"Dengar, J., terlepas dari semua usahaku, aku tetap tidak bisa benar-benar berkata bahwa aku merasa makin dekat dengan Tuhan dan dengan diriku sendiri," -hal 18

Dari diskusi yang cukup panjang serta dengan istrinya, makanya dia merasa bahwa harus berani mengambil keputusan dan menetapkan sesuatu untuk bisa mengubah masa depannya.

Kesalahan-kesalahan di masa lalu yang membuat kehidupan kita terasa tetap hampa. Hidup hanya terasa konstan hingga tiba kematian. Penjelajahan waktu dan ruang untuk menemukan titik dimana kesalahan itu bermula dan berusaha untuk menyelesaikannya.

"Karena kita semua punya kesempatan untuk menebus kesalahan, namun supaya hal itu bisa terjadi, kita harus mencari orang-orang yang kita sakiti dan meminta maaf pada mereka." -hal 24

Dari hal tersebut dan juga setelah membaca soal bambu Cina, dia berani untuk menetapkan dan menerima semua permintaan penerbit agar dia dapat mengunjungi dan mengadakan pertemuan di toko-toko buku yang ada di beberapa negara, sehingga membuat Monica si agennya kewalahan dan nyaris tidak menyangka bahwa dia akan menerima semua panggilan penerbit tersebut.

Terkait bambu Cina tersebut, di titik itu saya mempertanyakan diri saya selama ini, berproses berapa lama namun pada titik sekarang semua proses itu saya pertanyakan, apakah semua ini benar ataukah memang ada bias dalam proses tersebut.

Pembelajaran dari bambu Cina, "setelah benih disebar, kau tidak melihat apa-apa selama lima tahun, kecuali tunas kecil. Semua pertumbuhannya terjadi dalam tanah, tempat sistem akar kompleks yang akan menembus ke atas dan keluar sedang dibangun. Lalu, pada akhir masa lima tahun itu, bambu tersebut tiba-tiba mencuat keluar sampai mencapai tinggi 25 meter".

Itulah awalnya mengapa dia melakukan perjalanan sejauh 9.288 kilometer tersebut, dengan menggunakan jalur kereta api terpanjang di dunia yang terus menerus berjalan, Kereta Api tersebut terdapat di Rusia.

Dalam perjalanan tersebut dia dihampiri oleh seorang bernama Hilal, gadis berusia dua puluh satu tahun, yang tiba-tiba ngotot ingin bertemu hingga ingin ikut terurs bersama Paulo. Mengakibatkan terjadi beberapa cekcok antara para kru yang ikut bersama Paulo dengan Hilal.

Walaupun diawal Paulo sangat rishi dengan keberadaan Hilal namun seiring perjalanan dan juga karena support dari istrinya, dia akhirnya memercayai Hilal.

Buku ini bercerita tentang Inkarnasi (bukan REinkarnasi) Paulo, dimana ada masalah di masa lalu yang belum terselesaikan sehingga mengganggu ketenangannya di masa sekarang.

Reinkarnasi itu lahir kembali karena perjalanan karma, jadi tidak bisa memilih namun ditentukan, sedangkan Inkarnasi itu memilih lahir kembali dan bisa menyeleksi wujud apa yang hendak kita hadiri karena penguasaan tubuh rohani atau pemahaman sariraning pribadi. Reinkarnasi hanya berlaku bagi yang belum menguasai dan memahami tubuh rohaninya. Sedangkan inkarnasi diperuntukkan bagi mereka yang terus menerus menguji kemampuan penguasaan diri sejati secara jasmani maupun rohaninya sehingga tahu letak di mana kekuatan maupun kelemahan diri. (Kompasiana.com)

Ketika di kereta api karena ada beberapa perang kata yang terjadi, Paulo mengajak Hilal ke gerbong kereta untuk berbicara, di situlah mereka ternyata menemukan titik Aleph. Sehingga membuat Paulo paham, mengapa dia bisa bertemu dengan Hilal, bahwa Hilal lah salah satu wanita yang terikat dengannya di masa lalu dan melalui Hilal sehingga dia bisa kembali ke masa lalu dimana permasalahan tersebut belum terselesaikan. Melalui Hilal lah lingkaran cahaya dan Aleph bisa terbuka.

Hilal adalah salah satu dari delapan perempuan yang menjadi korban dalam Dewan Inkusisi Gereja di tempat dimana Paulo menjadi bagian dari Ordo Dinamika yang menjalankan Inkuisisi tersebut. Dan para perempuan tersebut adalah korban dari Inkuisisi tersebut.

Inkuisisi (dengan huruf I besar) adalah istilah yang secara luas digunakan untuk menyebut pengadilan terhadap bidaah oleh Gereja Katolik Roma. (Wikipedia)

Tidak mudah untuk menggunakan titik Aleph, butuh latihan khusus dan serius, karena ketika tidak paham menggunakannya maka akan menimbulkan masalah. Aleph digunakan oleh orang yang paham tentang hal tersebut dan inkarnasi seorang manusia yang senantiasa berhubungan dengan sesuatu di masa lalu.

Keyakinan bahwa manusia secara fisik tidak hanya yang tinggal di dunia ini, tapi di waktu dan ruang berbeda pun juga ada roh-roh hidup. Raga manusia mati namun jiwanya kekal.

Tentang berani mengambil tindakan, keikhlasan pengampunan, banyak motivasi yang terdapat dalam buku ini, tentang bagaimana bisa menghadapi sesuatu sehingga membuat jiwa kita lebih paham atas hakikat hidup, tetang diri sendiri dan juga tentang Tuhan. Banyak dialog-dialog yang terjadi antara Paulo dengan krunya, Hilal, Yao si penerjemah dan juga memahami tentang banyak hal, si  Shaman yang bahkan awalnya membuat Paulo malas karena terlalu sering bertemu dengan Shaman namun diakhir pertemuan dia banyak tergugah, serta setiap tokoh yang dia temui.

Mengapa awal buku ini menarikku untuk menyelaminya, bahwa kita akan menemukan buku yang tepat di saat yang tepat. Titik dimana terjadi krisis jiwa, krisis mengenal diri dan Tuhan. Meskipun Paulo menjelaskan dalam perspektif sesuai dengan agamanya, namun dalam motivasinya tidak terikat oleh agama tertentu. Setiap apa yang disampaikan bergantung apakah kita bisa membawanya menyesuaikan dengan perspektif kita, atau tetap mengikut pandangan penulis.

Dan juga Paulo senantiasa menyematkan isi bukunya dengan bibel, bahkan diawal sebelum dimulaipun juga disematkan. Namun ternyata dalam buku ini ada juga ayat diselipkan, ayat Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 28 dan 154 terkait bahwa ketika orang mati, lantas raganya tidak ikut mati, namun ke Surga. Sesuai dengan keyakinannya juga, bahwa di ruang yang berbeda para roh-roh itu hidup, bahkan bisa jadi berdampingan dengan kehidupan kita.

Mungkin sejenis kehidupan manusia dan jin yang memiliki ruang yang berbeda (menurutku). Namun dari perspektif Paulo, memang roh manusia.

Tentang penyesalan, masa lalu, pemaafan, ketenangan jiwa, dan segala hal terkait bagaimana kita menjalani kehidupan sangat positif disampaikan oleh penulis.

Meskipun dilain sisi saya tidak terlalu paham apakah itu titik Aleph dan lingkar cahaya sungguh ada atau hanya bergantung pada keyakinan. Seperti Inkarnasi dan Reinkarnasi.

Dengan titik tertentu kita bisa kembali melakukan perjalanan ke masa lalu untuk menjalani hal-hal yang masih belum terselesaikan hingga sekarang.

"Mungkinkah menjauhi jalan yang telah digariskan Tuhan? Mungkin saja, tapi itu selalu salah. Mungkinkah menghindari rasa sakit? Mungkin saja, tapi kau tidak akan pernah belajar apa-apa. Mungkinkah mengenal sesuatu tanpa pernah mengalaminya? Mungkin saja, namun hal itu tidak akan pernah menjadi bagian darimu." -hal 276





Writer; Yuls Al Guevara (Ig: mawaryuliana_)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambaran Nyata Perjuangan Palestina, Review Novel 24 JAM Karya Farah Qoonita

Pulang - Leila S. Chudori

Pokoknya Makan Mie Ayam Dulu, Mati Kemudian