4 Manfaat Ilmu Pengetahuan dalam Buku Etika dan Asketika Ilmu
Kemanfaatan ilmu pengetahuan dapat dilihat dari setidak-tidaknya 4 (empat) hal:
Pertama, bermanfaat bagi orang yang bergulat dalam ilmu pengetahuan bersangkutan. Tentu saja, buat apa kita menekuni dan bahkan mengembangkan ilmu pengetahuan kalau kita sendiri sebagai kreator dan pengguna tidak merasakan kemanfaatannya. Kemanfaatan yang paling dapat dirasakan tentu saja adalah bertambahnya pengetahuan kita, pemahaman kita, dan kesadaran akan realitas.
Kedua, bermanfaat bagi ilmu pengetahuan sendiri. Ilmu pengetahuan ibarat matarantai yang bersifat logis, dan temuan kebenaran pada titik tertentu memberikan inspirasi bagi temuan kebenaran lain. Dengan demikian, ilmu pengetahuan merupakan perjalanan untuk menemukan tahapan kebenaran secara terus-menerus, sehingga sampai ke muara tingkat tertinggi kebenaran. Kebenaran relatif menuju kebenaran absolut, dan kebenaran parsial menuju kebenaran holistik. Tanpa adanya perjalanan seperti itu, ilmu pengetahuan menjadi "mandeg" dan tentu saja tidak bermanfaat.
Ketiga, bermanfaat bagi skala "ruang" yang lebih luas. Menurut pemahaman ini, ilmu seharusnya bermanfaat bagi kehidupan manusia sezaman dengan berkembangnya ilmu pengetahuan itu sendiri. Kalau kita hidup pada zaman sekarang, tentu saja yang paling bermanfaat adalah ilmu yang dapat "dipakai” untuk menghadapi problema kekinian. Sebaliknya, tidak pantas kita mengembangkan ilmu yang merusak hidup dan kehidupan manusia.
Keempat, bermanfaat bagi skala "waktu" yang lebih panjang. Prinsipnya, ilmu pengetahuan pun harus dikembangkan secara transgeneratif, tidak hanya berguna bagi generasi sekarang, tetapi harus lebih bermanfaat bagi generasi yang akan datang.
Sumber; Achmad Charris Zubair, Etika dan Asketika Ilmu, Hal 162-163

Komentar
Posting Komentar