Mengenal Nostradamus & Nubuatnya Melalui Mario Reading
Apakah buku ini berbeda? Saya tidak sengaja memilih buku ini untuk dibaca karena ingin cari selingan bacaan lain, berharap menemukan buku yang seru untuk dibaca. Awal membaca buku ini, saya sebenarnya banyak "kepo"-nya; ini buku tentang apa sih? Apa itu Nostradamus? Apa itu quatrain? Dan beberapa jenis kata "aneh" lainnya. Saya ingin menyimpan rasa penasaran itu sampai selesai membaca buku ini, tapi realitanya, pada akhirnya saya terkalahkan oleh jiwa kekepoan yang meronta-ronta.
Di blurb buku ini sebenarnya sudah menggambarkan kalau ini tentang ramalan/prediksi tentang masa depan. Tapi ternyata buku ini bukan sekadar kumpulan ramalan kuno, melainkan upaya "pendataan ulang" sejarah masa depan oleh Mario Reading—sang penulis buku.
Masih jauh dari kata menyelesaikan buku ini, baru halaman 63 dari total 400-an halaman. Saya tidak akan me-review tentang isi buku ini atau ramalan-ramalan yang dibahas, tapi lebih fokus pada sisi teknis buku ini. Sekadar mengiyakan rasa penasaran terkait "behind the scene" dan sebagai upaya memahami alur dari buku tersebut.
Nostradamus
Ternyata ini nama orang. Saya baca awal bukunya penasaran apa arti dari judulnya, tapi tidak sampai pada pikiran bahwa ini sebuah nama. Nama aslinya, Michel de Nostredame, adalah seorang apoteker dan peramal asal Prancis yang hidup pada abad ke-16 (1503–1566).
Ia paling dikenal karena bukunya yang berjudul Les Prophéties (Ramalan-Ramalan), sebuah kumpulan dari 942 sajak empat baris yang disebut quatrains. Sajak-sajak yang diyakini oleh banyak orang berisi prediksi tentang peristiwa masa depan dunia.
Nostradamus menulis ramalannya menggunakan kombinasi antara teknik okultisme kuno, astrologi, dan intuisi personal. Ia tidak sekadar duduk dan menulis apa yang muncul di kepalanya, melainkan melakukan ritual khusus untuk mengundang "penglihatan" tersebut:
Metode Scrying (Menatap Air): Metode ini adalah yang paling terkenal. Dalam pembukaan bukunya, ia menjelaskan bagaimana ia duduk sendirian di malam hari di ruang kerjanya. Caranya, ia meletakkan mangkuk kuningan berisi air di atas penyangga berkaki tiga (tripod). Ia menatap permukaan air tersebut dalam kondisi trance (setengah sadar) sampai ia melihat bayangan atau gambaran masa depan muncul di air. Teknik ini dipengaruhi oleh tradisi Theurgy (sihir putih) dari tradisi Neoplatonik kuno yang ia pelajari dari teks-teks terlarang pada masanya.
Astrologi Yudisial: Nostradamus adalah seorang astrolog profesional. Ia menghitung posisi planet dan bintang untuk menentukan kapan suatu peristiwa besar akan terjadi. Ia percaya bahwa sejarah bersifat siklus; apa yang terjadi di masa lalu saat konfigurasi planet tertentu ada, kemungkinan besar akan terulang di masa depan saat planet berada di posisi yang sama. Namun, ia sering mengkritik astrolog lain dan mengklaim bahwa "intuisi ilahi" miliknya jauh lebih akurat daripada sekadar hitungan matematika bintang.
"Insting Ilahi" atau Intuisi: Ia sering menyebut bahwa ramalannya berasal dari "inspirasi ilahi." Bagi Nostradamus, intuisi ini adalah saluran langsung dari Tuhan yang memungkinkannya memahami makna di balik posisi bintang-bintang. Dalam surat kepada putranya, Cesar, ia menulis bahwa penglihatannya adalah campuran antara perhitungan astronomi dan "semangat kenabian."
Ramalannya Berbentuk Sajak (Quatrains)
Yakni karena alasan keamanan. Pada abad ke-16, mengaku bisa meramal bisa dianggap sebagai praktik sihir oleh Gereja Katolik (Inkuisisi), yang hukumannya adalah hukuman mati. Sehingga ia ingin ramalannya hanya bisa dimengerti oleh mereka yang "layak" atau setelah peristiwa itu terjadi. Penjelasan tentang Centuries (kelompok 100) dan Quatrains (sajak 4 baris) yang aslinya sangat samar dan menggunakan bahasa campuran (Prancis kuno, Latin, Yunani).
Nah, menariknya, Mario Reading (penulis buku ini) percaya bahwa struktur sajak-sajak ini sebenarnya adalah kode matematis yang sengaja ditinggalkan Nostradamus agar bisa "dipecahkan" oleh orang masa depan yang memiliki kunci yang tepat.
Mario Reading
Mario Reading adalah seorang penulis asal Inggris yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Sastra Komparatif dan Sejarah di University of East Anglia. Ia bukan hanya seorang pakar Nostradamus, tetapi juga seorang novelis thriller dan ahli sejarah militer. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya mempelajari naskah-naskah kuno di seluruh Eropa.
Ketertarikan Reading bermula dari rasa penasarannya terhadap teka-teki intelektual. Ia melihat karya Nostradamus bukan sekadar "ramalan mistis", melainkan sebuah karya sastra kriptografis (tulisan bersandi) yang sangat kompleks.
Metode "Dating" (Penanggalan) adalah bagian yang paling kontroversial sekaligus membuat buku-buku Mario Reading sangat populer. Jika penafsir lain hanya menebak-nebak, Reading menggunakan metode yang ia sebut "Nomor Sajak sebagai Tahun". Berikut cara kerjanya:
Indeksasi Nomor: Reading percaya bahwa nomor urut di setiap quatrain (sajak) bukanlah angka acak, melainkan kode untuk tahun kejadian.
Korelasi Abad: Nostradamus membagi bukunya dalam kelompok 100 sajak yang disebut Centuries. Reading mencoba mencocokkan nomor sajak (misalnya Sajak ke-97) dengan tahun di abad ke-21 (misalnya 2022).
Konteks Linguistik: Ia menerjemahkan kembali bahasa Prancis kuno Nostradamus dengan sangat teliti, mencari makna ganda atau anagram yang mungkin terlewatkan oleh penerjemah biasa.
Penafsir Umum menganggap nomor sajak hanya urutan cetak, fokus pada makna puitis secara umum, dan menafsirkan peristiwa setelah terjadi. Sedangkan Metode Mario Reading menganggap nomor sajak adalah kunci tahun kejadian, fokus pada identifikasi tokoh spesifik (seperti raja atau pemimpin dunia), dan berani memberikan prediksi tahun spesifik untuk masa depan.
Mario Reading berhasil mengubah citra Nostradamus dari "dukun kuno" menjadi semacam "penulis pesan rahasia" yang pesannya sedang menunggu untuk dipecahkan.
Teknis Isi Buku
Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, di mana satu tema dipisah menjadi tiga bagian, yang awalnya membuat bingung ini maksudnya apa. Ternyata ketiga bagian itu memiliki peran penting dalam buku ini. Berikut adalah penjelasan mengenai tiga bagian dalam setiap ulasan sajak tersebut:
Nubuat (The Quatrain) Ini adalah teks asli dari Nostradamus.
Sajak empat baris dalam bahasa Prancis Kuno (dan biasanya disertai terjemahan literalnya). Sebagai sumber data mentah. Mario Reading ingin kamu melihat sendiri apa yang ditulis Nostradamus sebelum ia memberikan pendapatnya. Di sinilah kamu akan menemukan kata-kata aneh, metafora, dan anagram yang belum "diolah".
Ramalan (The Interpretation/Prognostication) Ini adalah inti dari analisis Mario Reading.
Di bagian ini, Reading mulai membedah simbol-simbol di dalam sajak tersebut. Ia akan menghubungkan kata-kata di sajak itu dengan peristiwa sejarah atau tokoh spesifik. Di bagian inilah ia menerapkan metode penanggalan (seperti mengaitkan nomor sajak dengan tahun). Jika ia berbicara tentang Board of Peace atau Raja Charles, itu muncul di bagian ini. Reading mencoba "menerjemahkan" maksud Nostradamus ke dalam bahasa politik dan sosial masa kini.
Ringkasan (The Summary/The Conclusion) Ini adalah bagian poin-poin cepat atau intisari.
Berupa kesimpulan singkat tentang kapan peristiwa itu terjadi dan apa peristiwa utamanya. Untuk pembaca yang ingin cepat paham tanpa harus membaca analisis yang panjang lebar. Di bagian ini biasanya tertulis tahun spesifik (misalnya: "Tahun 2026: Pembentukan aliansi baru") dan lokasi kejadiannya.
Metodologi Unik: "Nomor Sajak adalah Kunci"
Nah, di buku ini juga dipenuhi kode perangka-angkaan seperti 2/56, 5/56, 2/100, dll. Pun awalnya saya juga bingung, ini angka yang menunjukkan apa ya? Saya sudah kepikiran pasti dari sumber referensi. Tapi masalahnya buku ini tidak ada catatan kakinya, makanya tidak diketahui referensinya berasal dari mana.
Kode angka seperti 2/56 atau 10/22 dalam buku Mario Reading adalah sistem koordinat untuk menemukan letak sajak tertentu dalam karya asli Nostradamus. Berikut adalah cara membaca kode tersebut:
Angka Pertama: Century (Abad): Angka di depan garis miring menunjukkan kelompok besar sajaknya. Satu Century terdiri dari 100 sajak (kecuali Century VII yang tidak lengkap). Contoh: Angka 2/ berarti sajak tersebut diambil dari Century II.
Angka Kedua: Quatrain (Sajak): Angka setelah garis miring adalah nomor urut sajak di dalam kelompok tersebut. Contoh: Angka /56 berarti itu adalah sajak nomor 56.
Mengapa Format Ini Penting bagi Mario Reading? Bagi peneliti biasa, kode 2/56 hanyalah label alamat agar pembaca bisa mengecek teks aslinya. Namun, bagi Mario Reading, angka ini adalah kunci prediksi. Reading memiliki teori bahwa Nostradamus sengaja menyusun sajak-sajak ini agar nomornya bisa dikorelasikan dengan tahun kejadian.
Sebenarnya banyak hal menarik lainnya lagi ya setelah menelisik lebih jauh terkait Nostradamus ini. Sangat menarik untuk diulas, unik dengan pengkodean angka, dan berani untuk memprediksi kejadian-kejadian di masa depan hanya berdasarkan "ramalan" sejak sekitar 500 tahun lalu.
Kalau menurut Gemini, struktur buku ini adalah bentuk efisien dan sangat membantu pembaca awam memahami pola pikir Nostradamus. Tapi kalau saya pribadi, cukup kesulitan sih. Di awal buku sebenarnya ada pendahuluan, tapi karena saya gagal memahami pengantarnya dan kebingungan dengan struktur bukunya, saya lebih paham setelah berdiskusi dengan Gemini. Narasi-narasi di atas pun sebagian besar hasil dari diskusi dengan Gemini. Kamu bisa mengecek lebih jauh lagi kalau tertarik dengan pembahasan, apalagi ketika membahas tentang ramalan-ramalan yang related, atau bahkan pernah terjadi; bagaimana membawa ramalan itu ke kehidupan sekarang.
Buku yang kubaca: Penerbit Imania thn 2010, sekarang cetakan ke-4 thn 2023, diterjemahkan dari Nostradamus: The Complete Prophecies for the Future 2025. Terus Gemini pun menambahkan catatan kalau buku yang kubaca terasa "hidup" karena banyak prediksi yang ia tulis tahun 2005 (saat buku ini pertama kali dibuat) baru mulai masuk ke masa pembuktian di rentang tahun 2022–2026 ini. Menarik juga, aku baru juga cek-cek bagaimana ramalan ini tentang Board of Peace.
Sangat menariklah untuk membaca dan menguliknya lebih dalam. BTW ini bukan iklan Gemini ya, kebetulan saja saya pas mau diskusi ini, malah kebuka Gemini wkwkwk. Sans aja, AI adalah tools kan :D
Komentar
Posting Komentar